Jakarta — Festival Urban Farming 2026 resmi dibuka pada Sabtu, 4 Juli 2026, di Istora Senayan, Jakarta, ditandai dengan pelaksanaan Opening Ceremony yang meriah dan dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai penjuru ibu kota. Festival yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Jakarta Kreatif Festival (JKF) ini menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan inovasi bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan dunia pertanian perkotaan yang modern, berkelanjutan, dan menyenangkan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir secara langsung dalam upacara pembukaan dan menyampaikan bahwa era ekonomi kreatif menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di mana pun. Pernyataan tersebut menegaskan posisi Festival Urban Farming 2026 bukan sekadar ajang pameran pertanian, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif Jakarta yang terus berkembang dan berdampak luas bagi masyarakat.
Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Dr. drh. Hasudungan, turut menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian yang diraih dalam festival ini. Pameran hasil panen sepanjang 100 meter yang ditampilkan merupakan wujud nyata kerja keras para petani binaan Dinas KPKP, dan pencapaian tersebut berhasil mengukir sejarah dengan tercatatnya kegiatan ini dalam Rekor MURI. Selain pameran hasil panen, hari pertama festival juga dimeriahkan dengan kegiatan Fun Walk yang diikuti secara antusias oleh ratusan peserta, mulai dari jajaran pejabat pemerintahan hingga masyarakat umum.
Animo masyarakat yang luar biasa pada hari pertama festival mencerminkan tingginya minat dan kesadaran warga Jakarta terhadap pertanian perkotaan. Seluruh rangkaian kegiatan pada Day 1 berlangsung sukses, dan panitia mengundang seluruh masyarakat yang belum sempat hadir untuk meramaikan Day 2 guna menikmati lebih banyak keseruan, edukasi, serta inspirasi seputar urban farming yang telah disiapkan.
Festival Urban Farming 2026 menjadi bukti nyata bahwa pertanian perkotaan dapat menjadi gerakan inklusif yang menyatukan semangat kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat luas dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berketahanan pangan dan berwawasan lingkungan.
Apakah artikel ini bermanfaat?
Klik untuk memberi tahu kami